Sabtu, 31 Januari 2009 - 14:30:48 WIBPENTINGNYA PENGETAHUAN HIPOKSIA/KURANG OKSIGEN BAGI AIR CREW/PILOT
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Olahraga - Dibaca: 154 kali
Hipoksia adalah suatu kumpulan gejala yang bersifat mendadak/ akut yang timbul oleh karena jumlah oksigen yg tdk cukup pada jaringan tubuh akibat penurunan tekanan parsial oksigen dalam udara pernafasan.
Gejala hipoksia yang dialami bermacam-macam dan bersifat individual/berbeda-beda masing2 individu. Gejala terdiri dari gejala subjektif/yang dirasakan sendiri oleh individu tersebut dan gejala objektif/gejala yang diamati oleh orang lain dan tidak dirasakan/disadari oleh individunya.
Gejala subjektif terdiri dari:
Sensasi kekurangan udara /
haus akan udara
Ketakutan/panik
Nyeri Kepala dan pusing
Fatique/kelelahan
Nausea/mual
Blurred
vision dan tunnel vision/ penglihatan menjadi buram
dan menyempit spt masuk dlm terowongan.
Parestesi dan baal/kebas
Euforia/ kegembiraan yang
abnormal/berlebihan.
Overconfident
Gejala objektif terdiri dari:
Bagian tubuh terutama tangan,kaki dan wajah menjadi
kebiruan
Kehilangan koordinasi
gerakan dari otot
Mental
confusion dan poor judgement
Unconsciousness/kehilangan
kesadaran
Bagaimana caranya air crew pada umumnya dan pilot pada khususnya dapat mengetahui bahwa dia telah terkena hipoksia sehingga sesegera mungkin mengatasinya agar tidak menimbulkan hal yang fatal?
Untuk dapat merasakan gejala hipoksia dapat lewat pelatihan di Ruang Udara Bertekanan Rendah/RUBR atau yang dikenal dengan Hipobarik Chamber Training. Tujuan dari pelatihan ini adalah para pilot/penerbang dapat mengenali gejala-gejala hipoksia ringan, sehingga dengan mengenalinya sedini mungkin maka akan dapat mengatasinya dengan segera. Sasarannya adalah Pilot, karena segala keputusan ada di tangan dia.

0 Komentar :
Isi Komentar :


Acara Gathering keluarga besar Balai Hatpen
Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.




Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online



